About Me

Anda Kesulitan Menyelasaikan Soal Soal Kimia anda hp : 085230135035 email : sman1ngantru@gmail.com web : http://bakrie.tk
Sunday, June 15, 2014

SABUN

Posted by Bakrie Master of Chemistry

Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Sabun sendiri tidak pernah secara aktual ditemukan, namun berasal dari pengembangan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak.
Bahan pembuatan sabun terdiri dari dua jenis, yaitu bahan baku dan bahan pendukung. Bahan baku dalam pembuatan sabun adalah minyak atau lemak dan senyawa alkali (basa). Bahan pendukung dalam pembuatan sabun digunakan untuk menambah kualitas produk sabun, baik dari nilai guna maupun dari daya tarik. Bahan pendukung yang umum dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya natrium klorida, natrium karbonat, natrium fosfat, parfum, dan pewarna.
Sabun dibuat dengan reaksi penyabunan sebagai berikut:
Reaksi penyabunan (saponifikasi) dengan menggunakan alkali adalah adalah reaksi trigliserida dengan alkali (NaOH atau KOH) yang menghasilkan sabun dan gliserin. Reaksi penyabunan dapat ditulis sebagai berikut :

C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
Reaksi pembuatan sabun atau saponifikasi menghasilkan sabun sebagai produk utama dan gliserin sebagai produk samping. Gliserin sebagai produk samping juga memiliki nilai jual. Sabun merupakan garam yang terbentuk dari asam lemak dan alkali. Sabun dengan berat molekul rendah akan lebih mudah larut dan memiliki struktur sabun yang lebih keras. Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.
Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Minyak kelapa akan menghasilkan sabun yang lebih keras daripada minyak kedelai, minyak kacang, dan minyak biji katun.

Bahan Baku: Minyak/Lemak

Minyak/lemak merupakan senyawa lipid yang memiliki struktur berupa ester dari gliserol. Pada proses pembuatan sabun, jenis minyak atau lemak yang digunakan adalah minyak nabati atau lemak hewan. Perbedaan antara minyak dan lemak adalah wujud keduanya dalam keadaan ruang. Minyak akan berwujud cair pada temperatur ruang (± 28°C), sedangkan lemak akan berwujud padat.
Minyak tumbuhan maupun lemak hewan merupakan senyawa trigliserida. Trigliserida yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun memiliki asam lemak dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 18. Asam lemak dengan panjang rantai karbon kurang dari 12 akan menimbulkan iritasi pada kulit, sedangkan rantai karbon lebih dari 18 akan membuat sabun menjadi keras dan sulit terlarut dalam air. Kandungan asam lemak tak jenuh, seperti oleat, linoleat, dan linolenat yang terlalu banyak akan menyebabkan sabun mudah teroksidasi pada keadaan atmosferik sehingga sabun menjadi tengik. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap, sehingga sabun yang dihasilkan juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi.

Jenis-jenis Minyak atau Lemak

Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun harus dibatasi karena berbagai alasan, seperti : kelayakan ekonomi, spesifikasi produk (sabun tidak mudah teroksidasi, mudah berbusa, dan mudah larut), dan lain-lain. Beberapa jenis minyak atau lemak yang biasa dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya :
  1. Tallow. Tallow adalah lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh industri pengolahan daging sebagai hasil samping. Kualitas dari tallow ditentukan dari warna, titer (temperatur solidifikasi dari asam lemak), kandungan FFA, bilangan saponifikasi, dan bilangan iodin. Tallow dengan kualitas baik biasanya digunakan dalam pembuatan sabun mandi dan tallow dengan kualitas rendah digunakan dalam pembuatan sabun cuci. Oleat dan stearat adalah asam lemak yang paling banyak terdapat dalam tallow. Jumlah FFA dari tallow berkisar antara 0,75-7,0 %. Titer pada tallow umumnya di atas 40°C. Tallow dengan titer di bawah 40°C dikenal dengan nama grease.
  2. Lard. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung asam lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh seperti stearat (35 ~ 40%). Jika digunakan sebagai pengganti tallow, lard harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi ketidakjenuhannya. Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan mudah berbusa.
  3. Palm Oil (minyak kelapa sawit). Minyak kelapa sawit umumnya digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit dapat diperoleh dari pemasakan buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna karotenoid sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun harus dipucatkan terlebih dahulu. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.
  4. Coconut Oil (minyak kelapa). Minyak kelapa merupakan minyak nabati yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Minyak kelapa berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah yang dikeringkan (kopra). Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, terutama asam laurat, sehingga minyak kelapa tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. Minyak kelapa juga memiliki kandungan asam lemak kaproat, kaprilat, dan kaprat.
  5. Palm Kernel Oil (minyak inti kelapa sawit). Minyak inti kelapa sawit diperoleh dari biji kelapa sawit. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak rantai pendek lebih rendah daripada minyak kelapa.
  6. Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Minyak sawit stearin adalah minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam-asam lemak dari minyak sawit dengan pelarut aseton dan heksana. Kandungan asam lemak terbesar dalam minyak ini adalah stearin.
  7. Marine Oil. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut. Marine oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi, sehingga harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan baku.
  8. Castor Oil (minyak jarak). Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan digunakan untuk membuat sabun transparan.
  9. Olive oil (minyak zaitun). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tapi lembut bagi kulit.
  10. Campuran minyak dan lemak. Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun.

Bahan Baku: Alkali

Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH, KOH, Na2CO3, NH4OH, dan ethanolamines. NaOH, atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun, merupakan alkali yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun keras. KOH banyak digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida (minyak atau lemak).
Ethanolamines merupakan golongan senyawa amin alkohol. Senyawa tersebut dapat digunakan untuk membuat sabun dari asam lemak. Sabun yang dihasilkan sangat mudah larut dalam air, mudah berbusa, dan mampu menurunkan kesadahan air. Sabun yang terbuat dari ethanolamines dan minyak kelapa menunjukkan sifat mudah berbusa tetapi sabun tersebut lebih umum digunakan sebagai sabun industri dan deterjen, bukan sebagai sabun rumah tangga. Pencampuran alkali yang berbeda sering dilakukan oleh industri sabun dengan tujuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu.

Bahan Pendukung

Bahan baku pendukung digunakan untuk membantu proses penyempurnaan sabun hasil saponifikasi (pegendapan sabun dan pengambilan gliserin) sampai sabun menjadi produk yang siap dipasarkan. Bahan-bahan tersebut adalah NaCl (garam) dan bahan-bahan aditif.
  1. NaCl. NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun. Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun. NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal). NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus bebas dari besi, kalsium, dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas.
  2. Bahan aditif. Bahan aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam sabun yang bertujuan untuk mempertinggi kualitas produk sabun sehingga menarik konsumen. Bahan-bahan aditif tersebut antara lain : Builders, Fillers inert, Anti oksidan, Pewarna,dan parfum.

Saturday, June 7, 2014

UAN 2013

Posted by Bakrie Master of Chemistry

Soal no. 1
Perhatikan grafik titik didih senyawa-senyawa hidrida golongan IVA, VA, dan VIA berikut!


Senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen antar molekulnya adalah nomor….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 dan 5
E. 5 dan 6

Pembahasan
Senyawa yang memiliki ikatan hidrogen antar molekulnya memiliki ciri titik didihnya tinggi. Dari grafik yang 3 dan 2 memiliki titik didih relatif tinggi.
Jawab: B.

Soal no. 2
Perhatikan data sifat fisik dari dua zat berikut!



Jenis ikatan yang terdapat pada zat X dan zat Y berturut-turut adalah….
A. ionik dan kovalen nonpolar
B. kovalen nonpolar dan ionik
C. kovalen polar dan kovalen nonpolar
D. kovalen polar dan ionik
E. hidrogen dan ionik

Pembahasan
Ciri-ciri ikatan Kovalen polar:
-titik leleh rendah
-bentuk larutannya dapat menghantarkan listrik
-bentuk lelehannya tidak dapat menghantar listrik

Ciri-ciri ikatan Kovalen nonpolar:
-titik leleh rendah
-bentuk larutannya tidak dapat menghantarkan listrik
-bentuk lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik

Ciri-ciri ikatan Ionik:
-titik lelehnya tinggi
-bentuk larutannya dapat menghantarkan listrik
-bentuk lelehannya dapat menghantarkan listrik

Dari ciri-cirinya jenis ikatan pada X dan Y masing-masing adalah ionik dan kovalen nonpolar.
Jawab: A.

Soal no. 3
Diketahui konfigurasi elektron:
Si = [Ne] 3s2 3p2
F = [He] 2s2 2p5

Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, bentuk molekul yang terjadi sesuai aturan oktet adalah….
A. linear
B. segitiga datar
C. tetrahedral
D. segitiga piramida
E. oktahedral

Pembahasan
Si = [Ne] 3s2 3p2 → elektron valensinya 4
F = [He] 2s2 2p5 → elektron valensinya 7

F (elektron valensi 7) jadi perlu 1 elektron lagi agar mencapai kesetimbangan oktet, sementara Si menyumbang 4 elektron untuk dipakai bersama.
Molekul yang terbentuk SiF4 (silicon tetrafluoride), bentuk molekul tetrahedron (tipe AX4)
Jawab: C

Soal no. 4
Perhatikan notasi unsur berikut!



Letak unsur dan konfigurasi elektron yang paling tepat untuk unsur A adalah……
(Nomor atom Ar = 18)



Pembahasan
Perhatikan urutannya saat mengisi elektron.



Konfigurasi elektron dari A
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
= [Ar] 4s2 3d3

Banyaknya kulit n = 4 → Periode 4
Elektron valensi 4s2 3d3 → ada 5, mengisi sub kulit s dan d, termasuk unsur transisi, Golongan VB.
Jawab: E.

Soal no. 5
Harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir dari unsur



adalah…
A. n = 3; l = 1; m = - 1; s = - ½
B. n = 3; l = 2; m = +2; s = + ½
C. n = 3; l = 1; m = 0; s = + ½
D. n = 3; l = 2; m = - 2; s = + ½
E. n = 3; l = 2; m = 0; s = +½

Pembahasan
Konfigurasi elektron dari 25Mn55



1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5

dari 3d5



n = 3 (kulit ke-3)
l = 2 (subkulit d, l = 2)
m = + 2 (letak orbital)
s = + ½ (arah spin)

Jawab: B
Soal no. 6
Perhatikan gambar struktur Lewis senyawa asam nitrat (HNO3) berikut!


Pasangan elektron yang terbentuk secara kovalen koordinasi ditunjukkan oleh nomor….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Pembahasan
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari satu atom saja. Pasangan elektron nomor 3 adalah pasangan elektron koordinasi.
Jawab: C

Soal no. 7
Aluminium larut dalam larutan asam sulfat menghasilkan larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. Persamaan reaksi yang tepat pada peristiwa tersebut adalah…
A. 2Al (s) + 3H2 SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3H2 (g)
B. Al (s) + H2SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + H2 (g)
C. 2Al (s) + H2SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3H2 (g)
D. Al (s) + 3H2SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3H2 (g)
E. 2Al (s) + 3H2SO4 (aq) → 2Al2(SO4)3 (aq) + 3H2 (g)

Pembahasan
Reaksi yang setara memiliki jumlah masing-masing atom di ruas kiri sama dengan ruas kanan.
2Al (s) + 3H2 SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3H2 (g)

Al = 2
H = 6
S = 3
O = 12
Jawab : A.

Soal no. 8
Sebanyak 11,6 gram senyawa hidrat Na2SO4 ⋅ x H2O dipanaskan sampai terbentuk Na2SO4 sebanyak 7,1 gram menurut reaksi

Na2SO4 ⋅ xH2O(s) → Na2SO4(s) +xH2O(g).

Jika Ar Na = 23; S = 32 dan H = 1, rumus senyawa kristal tersebut adalah…
A. Na2SO4 ⋅ H2O
B. Na2SO4 ⋅ 2H2O
C. Na2SO4 ⋅ 3H2O
D. Na2SO4 ⋅ 4H2O
E. Na2SO4 ⋅ 5H2O

Pembahasan
Banyak mol Na2SO4 yang terbentuk adalah:


Reaksi:


Terlihat koefisien Na2SO4 ⋅ xH2O sama dengan koefisien Na2SO4  jadi yang bereaksi juga 0,05 mol.
Sehingga dari massa dan mol Na2SO4⋅ xH2O ( Ar Na = 23; S = 32; O = 16; dan H = 1)

Jawab: E

Soal no. 9
Sebanyak 24,5 gram padatan kalium klorat dipanaskan dalam wadah tertutup, sehingga terjadi reaksi sesuai persamaan:

2 KClO3 (s) → 2KCl (s) +3O2 (g)

Massa zat yang dihasilkan adalah….
(Ar: K = 39; Cl = 35,5; O = 16)
A. 122,5 gram
B. 61,2 gram
C. 24,5 gram
D. 14,9 gram
E. 9,6 gram

Pembahasan
Zat yang dihasilkan pada soal di atas adalah adalah zat yang di ruas kanan yaitu  KCl sekaligus O2. Massa sebelum dan sesudah reaksi di sini akan sama, 24,5 gram.
Jawab : C.

atau bisa juga dengan perhitungan:
mol KClO3 yang bereaksi sebanyak


Reaksi yang terjadi


KCl yang dihasilkan 0,2 mol dan O2 sebanyak 0,3 mol, massa masing-masing zat adalah:


Massa zat yang dihasilkan dengan demikian adalah :
14,9 + 9,6 = 24,5 gram
Jawab: C
Soal no. 10
Perhatikan data percobaan uji larutan berikut!



Pasangan senyawa yang merupakan larutan elektrolit kuat dan nonelektrolit berturut-turut ditunjukkan oleh larutan nomor….
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (5)
C. (4) dan (5)
D. (5) dan (1)
E. (5) dan (3)

Pembahasan
Ciri-ciri larutan elektrolit kuat diantaranya:
- Lampu terang atau redup .
- banyak gelembung gas di elektrodanya.

Ciri-ciri larutan elektrolit kuat diantaranya:
- Lampu mati
- Tidak ada gelembung gas di elektrodanya

Larutan elektrolit kuat nomor 5, sementara non elektrolit nomor 1.
Jawab : D.


Soal no. 11
Berikut ini beberapa contoh penggunaan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari:
1) penggunaan glikol pada radiator mobil;
2) menghilangkan salju di jalan raya dengan menggunakan garam dapur atau urea;
3) penggunaan cairan obat tetes mata;
4) memisahkan zat beracun dalam air limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas; dan
5) naiknya zat makanan dari akar tanaman ke daun/batang.

Penerapan dari penurunan titik beku larutan terdapat pada nomor….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (5)
Pembahasan
1) penggunaan glikol pada radiator mobil → penurunan titik beku.
2) menghilangkan salju di jalan raya dengan menggunakan garam dapur atau urea → penurunan titik beku.
3) penggunaan cairan obat tetes mata → osmosis.
4) memisahkan zat beracun dalam air limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas → osmosis balik.
5) naiknya zat makanan dari akar tanaman ke daun/batang.

Penurunan titik beku larutan  terdapat pada nomor 1 dan 2.
Kunci jawaban: A

Soal no. 12
Perhatikan gambar berikut!



Larutan yang memiliki tekanan uap paling kecil terdapat pada gambar nomor….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Pembahasan
Tekanan uap paling kecil saat partikel dari zat terlarutnya paling banyak. Dari gambar yang paling banyak memiliki partikel zat terlarut adalah gambar nomor 5.
Kunci jawaban : E

Soal no. 13
Perhatikan data uji pH beberapa larutan!



Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah….
A. P dan Q
B. Q dan R
C. R dan S
D. R dan T
E. S dan T

Pembahasan
Cirinya larutan penyangga jika ditambah sedikit asam atau ditambah sedikit basa perubahan pH nya relatif kecil. Q dan R termasuk larutan penyangga (buffer).
Kunci jawaban: B

Soal no. 14
Sebanyak 100 mL KOH 0,04 M dicampur dengan 100 mL HCOOH 0,04 M menurut reaksi:
KOH (aq) + HCOOH (aq) → HCOOK (aq) + H2O (l)

Jika Ka HCOOH = 2 × 10–4 dan Kw = 10–14 , pH campuran tersebut sebesar….
A. 8 + log √2
B. 8 + log 1
C. 6 − log 1
D. 6 − log √2
E. 2 − log 6

Pembahasan
Data:
100 mL KOH 0,04 M → 4 mmol
100 mL HCOOH 0,04 M → 4 mmol

KOH dan HCOOH akan habis bereaksi, terbentuk garam HCOOK sebanyak 4 mmol.
Volume total larutan 100 + 100 = 200 mL
[HCOOK] = 4 mmol/200 mL = 0,02 M = 2 × 10−2

Hidrolisis garam:


Jawab: B.

Soal no. 15
Penerapan sifat-sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
(1) pembentukan delta di muara sungai;
(2) proses cuci darah;
(3) penggumpalan lateks;
(4) penggunaan norit untuk obat sakit perut; dan
(5) sorot lampu bioskop pada udara berasap.

Contoh penerapan sifat koloid yang merupakan sifat koagulasi adalah nomor…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (4) dan (5)

Pembahasan
Kimia koloid. Dari option yang ada:
(1) pembentukan delta di muara sungai; → koagulasi
(2) proses cuci darah; → dialisis
(3) penggumpalan lateks; → koagulasi
(4) penggunaan norit untuk obat sakit perut; → adsorpsi
(5) sorot lampu bioskop pada udara berasap → Efek Tyndall

Koagulasi nomor 1 dan 3.
Kunci Jawaban : B

Pembahasan UN Kimia 2013
Soal no. 16
Untuk menetralkan konsentrasi larutan HCl, diambil 20 mL larutan tersebut kemudian dititrasi dengan larutan Ba(OH)2 0,1 M. Data titrasi yang diperoleh sebagai berikut:
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi HCl sebesar….
A. 0,060 M
B. 0,065 M
C. 0,070 M
D. 0,130 M
E. 0,200 M



Pembahasan
Titrasi asam basa:
Data:
Basa Ba(OH)2 0,1 M
M = 0,1
V = (12 + 13 + 14) : 3 = 13 mL
n = 2

Asam HCl 20 mL
V = 20 mL
n = 1
M =....


Kunci jawaban: D. 0,130 M

Soal no. 17
Sebanyak 100 mL Ca(OH)2 0,02 M memiliki harga pH sebesar….
A. 2 − log 4
B. 2 + log 4
C. 12 − log 4
D. 12 + log 2
E. 12 + log 4

Pembahasan
Data:
100 mL Ca(OH)2 0,02 M → 2 mmol

Ca(OH)2 → Ca2+ + 2OH
2 mmol 2 mmol 4 mmol

Konsentrasi OH, pOH dan pH larutannya adalah:



Kunci = E. 12 + log 4

Soal no. 18
Sebanyak 50 mL larutan Ca(NO3)2 10−2 M dicampurkan dengan 50 mL larutan Na2CO3 10−2 M dengan reaksi:
Ca(NO3)2 (aq) + Na2CO3 (aq) → CaCO3 (s) + 2NaNO3 (aq)

Jika Ksp CaCO3 = 9 × 10−9, massa yang mengendap sebanyak…
(Ar Ca = 40; C = 12; O = 16; Na = 23; N = 14)
A. 100 gram
B. 0,100 gram
C. 0,050 gram
D. 0,025 gram
E. 0,0025 gram

Soal no. 19
Beberapa manfaat makanan dalam tubuh di antaranya:
(1) sebagai bio katalis;
(2) pelarut vitamin-vitamin yang sukar larut dalam air;
(3) pengangkut oksigen; dan
(4) sumber energi utama.

Pernyataan yang merupakan manfaat protein adalah nomor…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Pembahasan
Manfaat protein diantaranya adalah:
a) sebagai biokatalis
b) pengangkut oksigen / protein transpor
c) sebagai zat pembangun
d) sebagai penyimpan atau cadangan makanan
e) berperan dalam sistem gerak makhluk hidup
f) untuk kesehatan tubuh berfungsi sebagai antibodi atau pelindung
g) sebagai pengatur aktivitas seluler

Kunci jawaban: B. 1 dan 3

Soal no. 20
Beberapa kegunaan senyawa karbon sebagai berikut:
(1) pengawet mayat;
(2) penyedap rasa;
(3) bahan dasar plastik;
(4) pemberi aroma; dan
(5) obat bius.

Kegunaan dari formaldehida ditunjukkan pada nomor….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)

Pembahasan
Kegunaan formaldehida diantaranya:
- untuk pengawet mayat, biasa digunakan formalin (larutan 40% formaldehida dalam air).
- untuk membuat plastik jenis termoset yaitu plastik yang tahan panas.

Sementara itu untuk obat bius (anestesi) biasa digunakan eter juga haloalkana (kloroform, kloroetana), siklopropana dan halotan. Untuk pemberi aroma (essen) banyak digunakan ester, sedangkan penyedap rasa menggunakan sodium glutamat (MSG) yang merupakan garam natrium dari asam glutamat.
Jawab: B. 1 dan 3

Soal no. 21
Perhatikan persamaan reaksi berikut!
I. CH2 = CH2 + Br2 → CH2 Br − CH2Br
II. CH3 − CH2 − CH2Cl + NaOH → CH3 − CH = CH2 + NaCl + H2O

Jenis reaksi yang terjadi pada persamaan reaksi I dan II berturut-turut adalah….
A. adisi dan substitusi
B. adisi dan eliminasi
C. substitusi dan eliminasi
D. eliminasi dan adisi
E. eliminasi dan substitusi
Pembahasan
Pada reaksi I
CH2 = CH2 + Br2 → CH2 Br − CH2Br
Ikatan rangkapnya hilang (terjadi pemutusan ikatan rangkap), dan penambahan zat lain (Br) → Reaksi Adisi

Pada reaksi II
CH3 − CH2 − CH2Cl + NaOH → CH3 − CH = CH2 + NaCl + H2O
Terjadi pembentukan ikatan rangkap → Reaksi eliminasi
Jawab: B. adisi dan eliminasi

Soal no. 22
Suatu zat berumus molekul CnH2nO bila direaksikan dengan Fehling tidak membentuk endapan merah bata. Zat tersebut mengandung gugus fungsi….



Pembahasan
Senyawa keton tidak membentuk endapan merah bata jika direaksikan dengan pereaksi Fehling. Gugus fungsi keton ditunjukkan gambar D.
Jawab : D

Soal no. 23
Berikut tabel yang berisi data polimer, monomer, proses pembentukan, dan kegunaannya:



Pasangan data yang keempatnya berhubungan dengan tepat adalah…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)

Pembahasan
Polimer teflon berasal dari tetrafluoroetena yang dibuat dengan reaksi adisi. Sementara PVC berasal dari vinilklorida dibuat dengan proses adisi.
Jawaban : B. 1 dan 3

Soal no. 24
Pasangan data yang berhubungan dengan tepat adalah…



Pembahasan
Sukrosa tidak menghasilkan endapan Cu2O saat direaksikan dengan Fehling.
Jawab : E.

Soal no. 25
Beberapa senyawa turunan benzena berikut:
(1) fenol;
(2) trinitrotoluena;
(3) stirena;dan
(4) asam benzoat.

Senyawa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan peledak dan sebagai pengawet makanan atau minuman berturut-turut adalah nomor….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Pembahasan
Bahan baku peledak → TNT, TNB
Pengawet makanan atau minuman → asam benzoat
Jawab : D. 2 dan 4

Soal no. 26
Perhatikan diagram tingkat energi berikut!



Berdasarkan diagram tersebut, harga ΔH sebesar….
A. +526 kJ
B. − 42 kJ
C. − 242 kJ
D. − 256 kJ
E. − 284 kJ
Pembahasan
Dari diagram terlihat bahwa untuk menguapkan 1 mol air H2O (l) → H2O (g) diperlukan kalor:
ΔH = − 284 −(−242) = − 284 + 242 = − 42 kJ

Jawab: B. − 42 kJ

Soal no. 27
Diketahui persamaan reaksi kimia:
Ca (s) + C (s) + 3/2 O2 (g) → CaCO3 (s)          Δ H = − 1.207,5 kJ/mol

Grafik yang menunjukkan proses reaksi tersebut adalah….
A.
B.
C.
D.
E.
Pembahasan
Reaksi Ca (s) + C (s) + 3/2 O2 (g) → CaCO3 (s) Δ H = − 1.207,5 kJ/mol
Artinya:
Ca (s) + C (s) + 3/2 O2 (g) menjadi CaCO3 (s) ΔH nya sebesar minus 1.207,5 kJ/mol.
Gambarnya seperti pada C.
Jawab:C

Soal no. 28
Reaksi kesetimbangan gas dinitrogen monoksida dengan hidrazin pada suhu 400° C dalam wadah 10 liter, adalah sebagai berikut:


Diperoleh data:


Harga Kc dari kesetimbangan tersebut adalah….


Pembahasan
Rumus tetapan kesetimbangan:


Jangan lupa membagi molnya dengan volum (10 liter) diperoleh:


Jawab: D

Soal no. 29
Pada reaksi kesetimbangan:
2NO (g) + O2 (g) ↔ N2O4 (g)          ΔH = − a kJ

Jika suhu dinaikkan, yang terjadi adalah….
A. kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena proses reaksi eksoterm
B. kesetimbangan akan ke kanan karena Δ H = −a kJ
C. laju reaksi ke kanan bertambah besar karena ΔH = −a kJ
D. kesetimbangan tetap karena koefisien pereaksi lebih besar
E. N2O4 bertambah karena koefisien lebih kecil

Pembahasan
Δ H reaksi bernilai negatif :
→ ke arah kanan reaksi tipe eksoterm.
← ke arah kiri reaksi tipe endoterm

Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm (ke kiri)
Jawab: A. kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena proses reaksi eksoterm (maksudnya reaksi pada soal di atas adalah reaksi eksoterm)

Soal no. 30
Gambar berikut merupakan reaksi antara 2 gram pualam dengan 100 mL HCl.



Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh konsentrasi adalah nomor….
A. (1) terhadap (2)
B. (1) terhadap (3)
C. (2) terhadap (3)
D. (2) terhadap (4)
E. (4) terhadap (5)

Pembahasan
Dari pilihan yang ada dicari yang hanya berbeda di konsentrasinya:
A. (1), (2) → Luas permukaan beda.
B. (1), (3) → Suhu berbeda.
C. (2), (3) → Suhu dan luas permukaan berbeda.
D. (2), (4) → Konsentrasi berbeda.
E. (4), (5) → Suhu berbeda.

Jawab : D. 2 terhadap 4.

Soal no. 31
Perhatikan data laju reaksi pada suhu 25° C berikut!
Zn (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2 (g)


Laju pembentukan gas H2 rata-rata pada suhu tersebut adalah….
A. 8,0 mL/detik
B. 10,5 mL/detik
C. 11,0 mL/detik
D. 11,5 mL/detik
E. 12,0 mL/detik
Pembahasan
Laju pembentukan gas H2, dari data pertama dan kedua:


atau dari data kolom pertama dan kolom ketiga:

Jawab: E. 12 mL/detik

Soal no. 32
Berikut ini adalah percobaan tentang korosi besi:



Paku yang paling cepat mengalami korosi terdapat pada gambar nomor….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Pembahasan
Paku yang paling cepat mengalami perkaratan adalah paku nomor 3 yang dicelupkan ke dalam air.
Jawab : C. (3)
Soal no. 33
Diketahui potensial reduksi standar sebagai berikut:
Fe2+ | Fe        Eo = −0,41 V
Zn2+ | Zn        Eo = −0,76 V
Cu2+ | Cu        Eo = +0,34 V
Ag+ | Ag        Eo = +0,80 V

Reaksi yang tidak dapat berlangsung spontan adalah….
A. Fe | Fe2+ || Zn2+| Zn
B. Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu
C. Fe | Fe2+ || Cu2+ | Cu
D Cu | Cu2+ || Ag+ | Ag
E. Fe | Fe2+ || Ag+ | Ag

Pembahasan
Reaksi yang tidak dapat berlangsung spontan jika nilai Eosel nya bernilai NEGATIF.

Dari pilihan A:
Fe | Fe2+ || Zn2+| Zn
Fe → Fe2+ + 2e                  Eo = +0,41 V
Zn2+ + 2e → Zn                 Eo = −0,76 V
__________________________________
Fe + Zn2+ →  Fe2+ + Zn      Eo = − 0,35 V
Jawab: A

Soal no. 34
Gas klorin dapat dibuat dengan mereaksikan larutan permanganat ke dalam larutan asam klorida menurut reaksi berikut ini:
a KMnO4 (aq) + b HCl (aq) → c MnCl2 (aq) + d Cl2 (g ) + e H2O (l) + f KCl (aq)

Nilai koefisien b, c, dan d berturut-turut adalah….
A. 8, 5, dan 3
B. 10, 2, dan 5
C. 12, 4, dan 5
D. 14, 5, dan 2
E. 16, 2, dan 5

Pembahasan
Reaksi:
a KMnO4 + b HCl → c MnCl2 + d Cl2 + e H2O  + f KCl

Dari KMnO4 dan KCl diperoleh a = f misalkan diberi koefisien awal dulu 4, jadi a = 4, f = 4. Persamaan di atas menjadi:
4 KMnO4 + b HCl → c MnCl2  + d Cl2 + e H2O + 4 KCl

Berikutnya, ke atom Mn dulu. Di kiri ada 4, jadi untuk sebelah kanan c = 4. Reaksi jadi:
4 KMnO4 + b HCl → 4 MnCl2 + d Cl2 + e H2O + 4 KCl

Lanjutkan atom O, sebelah kiri ada 16, agar kanan juga 16 maka e = 16.
4 KMnO4 + b HCl → 4 MnCl2 + d Cl2 + 16 H2O + 4 KCl

H di kanan ada 32, jadi b = 32
4 KMnO4 + 32 HCl → 4 MnCl2 + d Cl2 + 16 H2O + 4 KCl

Terakhir, Cl, di kiri ada 32, dikanan 8 + 2d + 4 = 32, d = 10. Diperoleh:
4 KMnO4 + 32 HCl → 4 MnCl2 + 10 Cl2 + 16 H2O + 4 KCl

Sederhanakan, bagi dua semua:
2 KMnO4 + 16 HCl → 2 MnCl2 + 5 Cl2 + 8 H2O + 2 KCl

Jadi b = 16, c = 2, d = 5.
Jawab: E. 16, 2, dan 5

Soal no. 35
Poses elektrolisis lelehan NaCl dengan elektrode karbon, digunakan arus sebesar 10 ampere selama 30 menit. Massa logam natrium yang diperoleh adalah….



Pembahasan
Data:
i = 10 ampere
t = 30 menit = 30 x 60 detik
e = Ar Na / biloks = 23 / 1 = 23


Jawab : A

Soal no. 36
Perhatikan beberapa persamaan reaksi berikut ini!
(1) S4O62+ + 2e- → 2S2O32-
(2) Mg → Mg2+ + 2e-
(3) MnO2 → MnO4-
(4) 2CO2 + 2e- → C2O42-

Persamaan reaksi yang merupakan reaksi oksidasi terdapat pada nomor….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
Pembahasan
Pada reaksi oksidasi terjadi kenaikan biloks.
Jawab : B. 1 dan 3

Soal no. 37
Berikut ini beberapa nama pengolahan unsur:
(1) Tanur tinggi;
(2) Down;
(3) Hall-Heroult;
(4) Deacon;dan
(5) Wohler.

Pengolahan fosfor terdapat pada nomor….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Pembahasan
Nama-nama proses pengolahan senyawa atau unsur:
(1) Tanur tinggi → besi.
(2) Down → magnesium
(3) Hall-Heroult → aluminium
(4) Deacon → klorin
(5) Wohler → fosfor
Jawab: E. (5) Wohler

Soal no. 38
Beberapa senyawa golongan alkali tanah berikut:
(1) CaSO4 ⋅ 2H2O;
(2) CaCO3;
(3) Mg(OH)2;
(4) CaC2;dan
(5) Sr(NO3)2

Senyawa yang digunakan untuk membalut bagian tubuh yang patah tulang adalah nomor….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Pembahasan
Gips atau CaSO4 ⋅ 2H2O digunakan untuk membalut bagian tubuh yang patah tulang.
CaCO3 adalah batu kapur, CaC2 kalsium karbida adalah karbit salah satunya untuk keperluan pengelasan.
Mg(OH)2 : magnesium hidroksida sebagai bahan obat maag dan pasta gigi.
Jawab : A. 1

Soal no. 39
Beberapa sifat zat sebagai berikut:
(1) umumnya senyawanya berwarna;
(2) mengalami desintegrasi membentuk unsur baru;
(3) memberikan spektrum warna jika dipanaskan;dan
(4) memancarkan sinar yang merusak plat foto yang ditutup dengan kertas film.

Sifat unsur radioaktif adalah nomor…..
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

Pembahasan
Sifat unsur radioaktif yang benar ditunjukkan nomor 2 dan 4.
Jawab : E

Soal no. 40
Berikut beberapa sifat unsur:
(1) larut dalam air membentuk larutan basa;
(2) titik leleh tinggi;
(3) membentuk molekul diatomik;dan
(4) oksidator kuat.

Sifat unsur halogen terdapat pada nomor….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Pembahasan
Sifat unsur halogen yang benar ditunjukkan nomor 3 dan 4
Jawab : E

SEL ELEKTROKIMIA

Posted by Bakrie Master of Chemistry

(1) Harga potensial elektroda besi dan tembaga berturut-turut adalah:
Fe2+ + 2e → Fe(s)   Eo = −0,44 V
Cu2+ + 2e → Cu(s)   Eo = +0,34 V

Dari data tersebut Harga Eo sel dari reaksi tersebut adalah...

A. + 1,56 volt
B. +0,78 volt
C. +0,10 volt
D. −0,10 volt
E. −0,78 volt


(2) Tegangan suatu sel yang setengah sel-selnya diberikan di bawah ini adalah....
Mg2+ + 2e → Mg(s)   Eo = −2,37 V
Cu2+ + 2e → Cu(s)   Eo = +0,3V

A. −2,03 volt
B. −1,02 volt
C. +1,35 volt
D. +2,03 volt
E. +2,71 volt


(3) Dalam suatu sel Volta terjadi reaksi sebagai berikut
Sn + 2Ag+ → Sn2+ + 2Ag

Jika diketahui data:
Eo S2+| Sn = −0,14 volt
Eo Ag+| Ag = +0,80 volt

maka potensial standar sel tersebut adalah....
A. 0,52 volt
B. 0,66 volt
C. 0,99 volt
D. 1,46 volt
E. 1,76 volt


(4) Perhatikan data-data berikut ini!
Zn(s) + Fe2+(aq) → Zn2+(aq) + Fe(s)   Eo = +0,32 V
Fe(s) + Cu2+(aq) → Fe2+(aq) + Cu(s)   Eo = +0,78 V

Potensial standar dari sel Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s)adalah...
A. −1,10 volt
B. −0,46 volt
C. −0,32 volt
D. +0,46 volt
E. +1,10 volt


(5) Diketahui potensial elektroda sebagai berikut:
F2 + 2e → 2F    Eo = +2,87 volt
I2 + 2e → 2I    Eo = +0,54 volt

Harga potensial sel untuk reaksi :
F2 + 2I → I2 +2F

adalah...
A. +2,33 volt
B. +2,87 volt
C. +2,90 volt
D. +3,41 volt
E. +3,93 volt


(6) Diketahui data potensial standar sebagai berikut:
Cu2+ + 2e → Cu     Eo = +0,34 volt
Ag+ + e → Ag         Eo = x volt


Jika potensial sel untuk reaksi Cu + 2Ag+ → Cu2+ +2Ag adalah +0,46 volt maka nilai x adalah....
A. −0,80 volt
B. −0,12 volt
C. +0,12 volt
D. +0,80 volt
E. +1,26 volt


(7) Diketahui harga potensial standar untuk reaksi-reaksi sebagai berikut:
Cu2+(aq) + Zn(s) → Cu(s) + Zn2+(aq)   Eo = +1,10 volt
Pb2+(aq) + Zn(s) → Pb(s) + Zn2+(aq)   Eo = +0,63 volt
Cu2+(aq) + Pb(s) → Cu(s) + Pb2+(aq)   Eo = +0,47 volt

Dari data di atas urutan ketiga logam dalam urutan reduktor yang menurun adalah....
A. Pb, Zn, Cu
B. Zn, Pb, Cu
C. Cu, Zn, Pb
D. Cu, Pb, Zn
E. Zn, Cu, Pb


(8) Suatu sel volta terdiri elektroda Ag yang dicelupkan ke dalam larutan Ag+ 1 M, dan elektroda Zn yang dicelupkan kedalam larutan Zn2+. Bila diketahui data:
Ag+ + e ↔ Ag   Eo = +0,80 V
Zn2+ + 2e ↔ Zn   Eo = −0,76 V

Pernyataan berikut berkaitan dengan sel di atas:
(1) Elektroda Ag bertindak sebagai katoda
(2) Elektroda Zn bertindak sebagai anoda
(3) Reaksi selnya adalah 2Ag+ + Zn → 2Ag + Zn2+
(4) Potensial standar sel adalah 2,36 volt

Pernyataan yang benar adalah...
A. 1, 2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
E. 1, 2, 3 dan 4


(9)Perhatikan data berikut:
Fe2+ + 2e → Fe,    Eo = −0,44 V
Pb2+ + 2e →Pb,    Eo = −0,13 V
Zn2+ + 2e → Zn,    Eo = −0,76 V
Sn2+ + 2e → Sn,    Eo = −0,14 V

Berdasarkan data di atas reaksi yang tidak dapat berlangsung dalam keadaan standar adalah...
A. Fe2+ + Zn → Fe + Zn 2+
B. Pb2+ + Fe → Pb + Fe 2+
C. Sn2+ + Zn → Sn + Zn 2+
D. Zn2+ + Pb → Zn + Pb 2+
E. Semua reaksi di atas tidak dapat berlangsung dalam keadaan standar.


(10) Perhatikan rangkaian sel volta berikut!



Maka diagram sel dari rangkaian tersebut adalah....
A. Pb2+ | Pb || Ag | Ag+
B. Ag | Ag+ || Pb | Pb
C. Ag+ | Ag || Pb2+ | Pb
D. Pb | Pb2+ || Ag | Ag+
E. Pb | Pb2+ || Ag+

PERGESERAN

Posted by Bakrie Master of Chemistry

(1) Diberikan reaksi kesetimbangan sebagai berikut



Pada suhu dan volume tetap ditambahkan katalis. Maka...

A. kesetimbangan akan bergeser ke kiri
B. kesetimbangan akan bergeser ke kanan
C. kesetimbangan tidak bergeser
D. oksigen akan terurai
E. terjadi pembentukan belerang


(2) Diberikan reaksi kesetimbangan sebagai berikut



Banyaknya zat S yang dihasilkan akan bertambah jika pada reaksi diberlakukan....
A. zat P dikeluarkan dari campuran reaksi
B. zat Q dikeluarkan dari campuran reaksi
C. zat R dikeluarkan dari campuran reaksi
D. suhu dinaikkan
E. ditambahkan zat yang bersifat katalis


(3) Dalam industri, reaksi kesetimbangan berikut adalah sangat penting.



Reaksi ini biasanya dilakukan dengan menggunakan V2O5 sebagai katalis. Maksud penggunaan katalis tersebut adalah.....
A. mengubah letak kesetimbangan reaksi
B. hanya mengubah kecepatan reaksi ke kiri
C. hanya mengubah kecepatan reaksi ke kiri
D. mengubah konsentrasi kesetimbangan zat-zat dalam reaksi
E. mempercepat terjadinya kesetimbangan

(4) Untuk kesetimbangan berikut:



konsentrasi SO3 pada kesetimbangan akan bertambah jika....
A. SO2 dikurangi
B. katalis ditambah
C. temperatur dinaikkan
D. volume diperkecil
E. volume diperbesar


(5) Diantara persamaan reaksi kesetimbangan berikut, kesetimbangan yang bergeser ke kanan jika tekanan diperbesar adalah....
A. S (s) + O2 (g) ↔ SO2 (g)
B. 2NO (g) + O2 (g) ↔ 2NO2 (g)
C. CaCO3 (s) ↔ CaO (s) + CO2 (g)
D. 2HI (g) ↔ H2 (g) + I2 (g)
E. N2O4 (g) ↔ 2NO2 (g)


(6) Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut ini!



Pernyataan berikut terkait dengan usaha menaikkan hasil SO3 yang dihasilkan:
(1) tekanan diperbesar
(2) ditambahkan katalis pada reaksi
(3) ditambahkan gas O2
(4) suhu dinaikkan

Pernyataan yang benar adalah....
A. 1, 2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
E. 1, 2, 3 dan 4


(7) Suatu campuran gas yang terdiri dari SO3, SO2 dan O2 berada dalam kesetimbangan suhu tertentu. Campuran gas ini kemudian dimampatkan pada suhu tetap. Pada pemampatan ini
A. jumlah mol SO3 bertambah
B. jumlah mol SO2 bertambah
C. jumlah mol O2 bertambah
D. jumlah mol SO2 dan O2 bertambah
E. tidak terjadi perubahan jumlah mol total dari zat-zat dalam sistem


(8) Perhatikan reaksi kesetimbangan dalam suatu ruang tertutup berikut ini!



Harga tetapan kesetimbangan adalah Kc dan suhu T. Bila volume diperkecil dengan tetap menjaga suhu tetap, maka
(1) jumlah mol PCl3 berkurang
(2) harga Kc tetap
(3) jumlah mol PCl5 bertambah
(4) jumlah mol Cl2 tetap

Dari empat pernyataan di atas yang benar adalah...
A. 1, 2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
E. 1, 2, 3 dan 4


(9) Pernyataan berikut yang benar terkait kesetimbangan kimia adalah...
A. jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisian terbesar
B. jika volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisien terbesar
C. jika ditambahkan katalis maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisien terbesar
D. jika tekanan diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisien terkecil
E. penambahan atau pengurangan volume sistem tidak menggeser kesetimbangan


(10) Perhatikan faktor-faktor berikut ini:
(1) suhu
(2) tekanan
(3) volume
(4) konsentrasi

Perubahan pada faktor-faktor di atas yang dapat menyebabkan pergeseran kesetimbangan adalah....
A. 1, 2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
E. 1, 2, 3 dan 4